TANJAB BARAT, LTNEWS.COM – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso SA, S.E., M.E., membuka secara resmi Training of Trainers Model Bisnis Berbasis Mangrove yang Responsif Gender di Aula Bapperida, Rabu (03/06/2026). Pelatihan kerja sama internasional ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga 5 Juni 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta dari Desa Tungkal I—mulai dari nelayan, pelaku UMKM, pembibit, hingga influencer lingkungan. Tujuannya adalah mengoptimalkan Kawasan Wisata Mangrove Pangkal Babu sebagai proyek percontohan dan laboratorium hidup (living laboratory).
Dalam sambutannya, Wabup Katamso menegaskan komitmen Pemkab Tanjab Barat dalam mendukung penuh pemberdayaan masyarakat pesisir dan pelestarian ekosistem mangrove, baik lewat APBD maupun kolaborasi dengan perusahaan seperti PetroChina dan SKK Migas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami berterima kasih karena kawasan mangrove kami dipilih sebagai lokasi pilot project. Kami berharap program ini mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian ekosistem secara berkelanjutan,” ujar Katamso.
Sementara itu, Field Director FINCAPES, Paulo Vaggi, menjelaskan bahwa program ini merupakan buah kolaborasi antara IPB dan University of Waterloo, Kanada, melalui pembentukan I-CAN. Desa Tungkal I dipilih sebagai salah satu dari tiga desa dampingan di Provinsi Jambi karena potensi besarnya.
“Melalui pelatihan model bisnis ini, masyarakat diharapkan mampu membangun usaha berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi, dengan memberikan perhatian khusus pada pemberdayaan kelompok UMKM dan perempuan,” pungkas Paulo.
Acara ini turut dihadiri Kepala Bapperida Tanjab Barat, tim pakar gender dan inklusi sosial (GESEI), serta akademisi dari Universitas Jambi.





