JAMBI, LTNEWS.COM — Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. H. Katamso SA, S.E., M.E., bersama Ketua GOW Kabupaten Tanjung Jabung Barat Marina Septiani Katamso, S.IP., menyambut kedatangan Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, M.Si., IPU. beserta istri di Bandara Sultan Thaha Jambi, Minggu (09/08). Kunjungan kerja Wamenaker kali ini sekaligus untuk menghadiri rangkaian peringatan Hari Jadi ke-61 Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Turut hadir Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Jambi Arief Munandar, S.E., pejabat Pemerintah Provinsi Jambi, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Tanjung Jabung Barat Debbie Martha Sagita, S.Kom., M.E., serta Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Provinsi dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Wabup Katamso menyampaikan apresiasi dan kebahagiaan atas kehadiran Wamenaker di Jambi, khususnya dalam momentum bersejarah Hari Jadi Tanjung Jabung Barat. Menurutnya, kunjungan ini menjadi jembatan mempererat koordinasi dan sinergi dalam pengembangan sektor ketenagakerjaan daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kehadiran Pak Wamenaker menjadi kehormatan bagi kami sekaligus momentum memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah. Kami berharap dukungan Kemnaker RI semakin mendorong peningkatan kualitas SDM, perluasan kesempatan kerja, serta perlindungan bagi seluruh pekerja di Tanjung Jabung Barat.”ungkapnya.
Wabup menegaskan bahwa Tanjung Jabung Barat memiliki kekayaan potensi ekonomi yang melimpah — mulai dari sektor migas, pertanian, perkebunan, perikanan, perdagangan, jasa, hingga UMKM. Namun kekayaan tersebut baru akan bermakna jika diiringi peningkatan keterampilan dan kompetensi masyarakat.
“Kita ingin masyarakat Tanjung Jabung Barat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, peningkatan keterampilan, sertifikasi, pemagangan, kewirausahaan, dan perlindungan jaminan sosial terus kita dorong.”pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten pun berkomitmen terus membangun kolaborasi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang produktif dan inklusif.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis tenaga kerja lokal semakin siap menghadapi kebutuhan dunia usaha dan industri, sekaligus mampu bersaing di tengah perubahan dunia kerja.”tutupnya.






